Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Januari 24, 2011

Biarkan Kecerdasan jiwa menjawab


Bismillah..

Mohon Maaf Teman...Masih bertajuk Embun Pagi, dan aku masih hanya bisa copas, tapi InsyaAllah ini akan sangat bermanfaat daripada postingan aku yang hanya menceritakan dunia. Silahkan...

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman, sejelas mata memandang disiang hari, hati yang jujur mampu menangkap jelas ayat ilahi, tataplah langit nan kokoh jauh disana, siang dan malam menaungi dunia, rasakanlah sinar mentari mencerahkan suasana, seakan mengerti kebutuhan jiwa.. semoga kebersihan hati dapat memuaskan jiwa yang selalu bertanya siapakah sang Pencipta yang paling berjasa

Sahabat seiman, perhatikanlah bagaimana kita berbicara memalui handphone, meski lawan bicara tak nampak terlihat namun suara yang terdengar menjadikan ia begitu dekat, meyakinkan diri bahwa disana ada sinyal yang begitu kuat, lalu perlukah kita memastikan mata untuk dapat melihat?

Sahabat seiman, jiwa selalu bertanya mencari kepuasan, tentang hakikat kehidupan yang penuh pergolakkan, sebenarnya ia begitu cerdas mendapatkan nilai iman, lalu menancapkannya kokoh di hati menjadi sebuah keyakinan.. mengapa harus ia dibodohi? Oleh bisikan syaitan yang rendah tak berarti, dan mengapa diri harus tunduk oleh rapuhnya argumentasi, yang selalu merongrong menuntut kita menjauhi nilai kebenaran yang hakiki..?

Sahabat seiman, jawablah keraguan itu dengan tegas, sejelas matahari menyinari bumi disianghari, lalu menjadikan malamnya bagaikan siang.. hari ini langkah akan kita ayunkan lagi, demi Allah andai hati begitu rindu benarnya tempat berpijak, tak akan lengah iman didada selalu mengajak.., mari sahabat kita lanjutkan aktifitas penuh semangat!

Semoga bait ayat berikut menjadi pengingat akan kelakuan Bani Israil yang sesat, artinya:

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, Karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya". (Q.S. Al Baqoroh: 55)

Sumber : Sekretariat SKI - INDOSAT

Januari 21, 2011

Menata kembali taman hati

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM...
Catatan ini aku copas dari emailku yang bersubject "embun pagi". Ingin sekali aku membagikannya disini, semoga berkenan dihati..


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman, waktu terus beralu, pagi ini kita akan memulai kembali lembaran hari, persoalan terus datang silih berganti, kemarin kita disibukkan dengan persoalannya, hari ini pun memiliki persoalan yang akan menghanyutkan, dan persoalan esok pun siap menenggelamkan.. mungkin banyak coretan dosa memenuhi, kasihan hati.., terlalu letih ia menghadapi, barangkali gersang sudah tamannya, mari sejenak kita segarkan dengan embun ilahi yang menyegarkan..

Sahabat seiman, ketahuilah.. dosa itu bagai kotoran yang akan merusak kesuburan taman hati, bahkan ia seperti hama yang akan menghancurkan seluruh tanamannya.., perkuat pertahanan diri agar hama yang datang tak dapat menguasai, atau hancurkan dia agar tak selalu datang kembali.., sebab tanaman yang telah porak poranda karenanya harus dimusnahkan dan digantikan dengan taman yang baru..

Sahabat seiman, andai setiap kita memahami vitamin diri yang dapat membentengi darinya, bila setiap jiwa menyadari ramuan yang dapat memusnahkannya, tak akan rela ia membiarkannya musnah.., dan kalau saja masing-masing kita mengerti betapa tak berartinya tanaman yang hancur karena racunnya, ia pasti akan mengubur semuanya.., tak heran bila dahulu taubatnya bani Israil dari dosa syirik yang telah mewabah membunuh diri mereka sendiri.., maka hari ini Allah Swt begitu Maha Pemurah yang hanya mengharuskan membakar bibit lama, lalu menggantinya dengan bibit yang baru

Sahabat seiman, bukankah setiap petani merindukan tamannya dapat menyejukkan mata?, atau hasilnya melimpah ruah memuaskan jiwa? Hari ini kita akan menanam kembali taman diri, hati-hati sahabat.., kenali pupuknya, deteksi hamanya, lalu fahami cara mengatasinya.. semoga aktifitasmu mendapatkan bimbingan-Nya!

Semoga firman Allah Swt berikut ini menggoreskan pesan berharga, artinya:

“Dan (ingatlah), ketika Musa Berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, Sesungguhnya kamu Telah menganiaya dirimu sendiri Karena kamu Telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan Bunuhlah dirimu. hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; Maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya dialah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al Baqoroh: 54)


Sumber : Sekretariat SKI-INDOSAT

Oktober 06, 2010

Allah - Malaikat dan Manusia


Baru denger kajian dari Ustadz Amir Faishol Fath di kantor, bagus banget InsyaAllah bisa buat aku merenung dan berfikir.
Berikut  ilustrasi percakapan yang sengaja aku buat untuk mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita hanya sesaat hidup di dunia dan segala perbuatan baik buruknya siap tidak siap harus di pertanggung jawabkan di hadapanNya.

Allah : Wahai Malaikat,ambil semua data data yang dilakukan oleh manusia ini selama hidupnya.

(Malaikat datang beramai-ramai dengan menggotong buku catatan dosa manusia yang panjangnya sejauh mata memandang )

Manusia : ya Rabb, mungkin malaikat berbohong, tidak mungki n dosa ku sebanyak ini??

Allah : (Memanggil malaikat pencatat dosa), wahai malaikat apakah benar  ini semua catatan dosa – dosanya?

Malaikat : Benar ya Rabb, ini semua adalah catatan dosa-dosanya, tidak ada yang ditambah-tambahkan dan dikurang-kurangkan.
Allah : kamu mau bukti apa lagi?
Manusia : (Masih tak percaya dan masih berupaya membohongi Allah)
Allah : Pada Hari ini akan aku tutup mulut yang suka berbohong.
Manusia : (Kaget karena seketika mulutnya tak bisa lagi bersuara dan setelah itu tangannya membenarkan semua perbuatan dan dosa-dosanya di hadapan Allah )
Manusia : Tanganku, Kenapa kamu menyerang diriku sendiri? Aku kan sudah merawatmu, sudah mengurusmu, sudah mencucimu, lalu kenapa sekarang kamu menyerang aku?
Tak lama setelah itu, seluruh tubuh dan kulitnya secara bergantian bersaksi di hadapan Allah.
Ilustrasi percakapan di atas mengingatkan kita bahwa semua yang kita punya hanyalah semu, dunia ini juga hanya sementara, bahkan harta yang kita miliki dengan usaha dan kerja keras saja, semata-semata karena kemurahan dan pemberian Allah. Tubuh dan semua organ yang menempelpun hanya milik Allah yang dipinjamkan secara gratis kepada kita.

Maret 18, 2010

Bersedekah dengan Kalimat Allah



Bersedekah tidak harus dengan harta atau uang, namun dengan kalimat-kalimat Thoyyibah sedekah dapat kita lakukan. Berikut beberapa kalimat Thoyyibah yang dapat kita amalkan setiap hari :

1. Bismillahirrohmanirrohiim, ucapkanlah apabila akan memulai pekerjaan yang baik.
2. Subhanallah, ucapkanlah apabila melihat ciptaan Allah yang mengagumkan.
3. Insya Allah, ucapkan apabila berjanji akan melakukan sesuatu.
4. Alhamdulillahirobbil’alamiin, ucapkan sesaat setelah bersin, dan bagi yang mendengarnya ucapkan Yarhamukallah (untuk laki-laki) / Yarhamukillah (untuk wanita). Lalu yang bersin menjawab: Yahdikumullahu wa yushlijbalakum
5. Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, ucapkan bila bertemu dengan sesama muslim. Dan jawablah dengan Wa ‘alaikum ssalamu warahmatullahi wa barokatuh
6. Astaghfirullahal’adziim, ucapkan saat melakukan kesalahan atau lupa.
7. Innalillahi wa inna illahi roji’uun, ucapkan apabila mendapat musibah.
8. Masya Allah, ucapkanlah saat mendapat kesenangan / kesusahan.
9. Syafaka Allah, ucapkanlah untuk mendoakan orang yang sedang sakit.
10. Berterima kasih kepada orang lain. Bila laki-laki Jazakallah, bila perempuan Jazakillah
Dan jawabnya: bila laki-laki Wa iyaaka, bila perempuan Wa iyaaki.
Semoga kita dapat lebih mudah untuk bersedekah dengan ikhlas dan sebanyak-banyaknya, dengan sedekah yang gratis ini. Amin.

sumber : http://id.shvoong.com

Februari 24, 2010

Do'a - Do'a


1. Doa untuk Menarik Rizqi dari Setiap Penjuru

Artinya: "Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau. "
Penjelasan :
Doa ini dibaca setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu minimal 7 kali. Khasiatnya, untuk menarik rizqi agar tetap mengalir pada kita.
2. Doa untuk Mendapatkan Rizqi yang Halal

Artinya: "Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau."
Penjelasan :
Doa ini dibaca setiap selesai melaksanakan shalat jumat minimal 3 kali. Khasiatnya, Insya Allah akan dilimpahkan dari harta yang halal. Bahkan sebagian ulama berpendapat, barangsiapa mendawamkan (membiasakan) membaca doa ini setelah sahalat fardhu, maka Allah akan menjamin menjadikan padanya orang kaya di antara orang-orang kaya lainnya
3. Doa unluk memudahkan mata pencaharian

Artinya: "Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu dan berilah berkah kepada kami pada segala apa yang telah Engkau putuskan sehingga kami Tidak suka apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang, Engkau cepatkan. "
Penjelasan:
Doa ini dihaca ketika kita kesulitan mencari mata pencaharian. Insya Allah bila kita mendawamkannya, maka apa yang kita cari akan datang dengan tidak diduga sebelumnya
4. Doa akan masuk dan ketika berada ditempat yang anker

Artinya: "Apakah engkau mencari agama selain agama Allah ? Padahal semua yanga da di langit dan di bumi telah tunduk kepada-Nya, baik secara sukarela maupun secara paksa. Dan kepada-Nyalah mereka akan dikembalikan. "
Penjelasan:
Ayat Al-Quran sekaligus doa ini dibaca ketika akan atau sedang berada ditempat yang menurut kita anker (tempat yang menyeramkan). Insya Allah kita akan terjaga dari syaithan-syithan atau makhluk-makhluk yang ada di tempat tersebut.
5. Doa ketika sakit dan merajah orang sakit

Artinya: "Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca 3 kali, kemudian menyapukannya kepada badan orang sakit dengan tangan kanan, atau ketika kita menyapu badan orang sakit. Hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika salah seorang keluarganya sakit. (HR. Al-Bukhârî dan Muslim).

Artinya: "Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan segala manusia. Di tangan-Mu kesembuhan. Tak ada yang menghilangkan penyakit, selain dari pada-Mu sendiri."
Penjelasan:
Doa ini merupakan salah satu doa yang dibaca Nabi Saw. untuk menangkal para istrinya yang sakit, yaitu dengan menyapu badannya.

Artinya: "Wahai Tuhanku, Tuhan segala manusia yang menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, Engkau pe-nyembuh. Tak ada yang menyembuhkan selain dari Engkau, sembuh yang tidak meninggalkan sakit lagi. "
Penjelasan:
Begitu juga doa ini dibaca Nabi Saw. untuk menangkal para isterinya yang sakit.

Artinya: "Ya Tuhanku sembuhkanlah ... (disebut nama orang yang sakit)..."
Penjelasan:
Doa ini juga baik dibaca ketika kita mengunjungi orang sakit. Hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika mengunjungi Sa'îd bin Abî Waqash ra.

Artinya: "Saya memohon kepada Allah yang Maha Besar, Tuhan yang mempunyai 'Arasy yang besar, akan menyembuhkan engkau. "
Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika kita berada disisi orang yang sakit. Nabi Saw. bersabda: "Barangsiapa mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, seraya membaca doa ini 7 kali disisinya orang sakit itu, maka Allah menyembuhkan penyakitnya. " (HR. Abû Dâud dan Al-Turmudzî)

Artinya: "Dengan nama Allah, saya jampikan engkau dari segala sesuatu yang menyakiti engkau, dari kejahatan segala jiwa atau mata pendengki. Tuhan menyembuhkan engkau Dengan nama Allah saya menjampikan engkau. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita sedang sakit. Hal ini pula yang dilakukan malaikat Jibril kepada Nabi Saw. ketika sedang sakit. Imam Muslim meriwayatkan, pada suatu waktu Jibril datang kepada Nabi Saw., dan bertanya kepada Nabi Saw.: "Ya Muhammad, apakah engkau merasa sakit? Nabi Saw. rnenjawab: benar. Maka jibril pun mengucapkan doa ini terhadap Nabi.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha penyayang. Saya lindungkan engkau dengan Allah yang Esa, yang di tuju oleh makhuk, yang tiada beranak dan tiada diperanakkan dan tak ada seseorang yang sebanding dengan Dia dari kejahatan yang engkau deritai."

Penjelasan:
Doa ini juga salah satu doa yang dibaca ketika kita mengunjungi orang sakit, atau ketika kita sedang sakit. Ibnu Sunnî meriwayatkan, pada suatu waktu Nabi mengunjungi Utsman bin Affan yang sedang sakit, kemudian beliau membaca ta'awudz ini terhadap Utsman, seraya berkata: "Ya Utsman, berlindung dirilah engkau dengan kalimat-kalimat ini."

Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Dengan nama Allah yang Maha Besar, kami berlindung dengan Allah dari kejahatan peluh yang mendidihkan darah dan dari kejahatan kepanasan neraka. "

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah (tiga kali). Saya berlindung dengan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan api yang aku derita dan aku khawatirkan (dibaca tujuh kali). "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita sedang sakit. Yaitu, tangan kita letakan pada badan yang sakit kemudlan memhaca doa ini.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah, Allah itu Maha besar. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, bagi-Nyalah pemerintahan dan kerajaan, dan bagi-Nyalah segala puJi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Tidak ada daya upaya dan tidak ada tenaga kekuatan melainkan dengan Allah. "
Penjelasan:
Nabi bersabda: "Barangsiapa yang sakit dan mem-banyakan dzikir ini dalam sakitnya, kemudian mati, tiadalah ia dimakan oleh api neraka. "

Artinya: "Tuhanku, tolonglah aku terhadap kesukaran-kesukaran mati dan kemabukan-kemabukan mati. "
Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika sakit kita sudah akut, dan sudah tidak bisa lagi diobatinya.
Nabi melakukan hal ini, sebagaimana diriwayatkan At-Turmudzî dan Ibnu Majah. Yaitu, ketika Nabi Saw. sakit pada akhir umurnya, kemudian Nabi Saw. memasukan tangannya ke dalam gelas yang berisi air yang terletak disisinya; dan air itu beliau sapukan ke mukanya yang mulia seraya membaca doa ini. "



sumber : www.cybermq.com

Hadits - Hadits

Berikut beberapa hadist tentang keikhlasan, smoga bisa menjadi cambuk bagi yang lalai. Sebagai pengingat bagi yang lupa. Sebagai ilmu bagi yang belum tahu…
Hadits Nabi SAW :

عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض. قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنّيَّاتِ وَ اِنَّمَا لِكُلّ امْرِئٍ مَّا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ. وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلىَ مَا هَاجَرَ اِلَيْهَا. البخارى و مـسلم
Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan diberi balasan menurut niatnya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan diberi balasan hijrahnya karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan menurut niatnya dia berhijrah itu”. [HR. Bukhari dan Muslim]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ لَيْسَ لَهَا بَابٌ وَ لاَ كَوَّةٌ لَخَرَجَ عَمَلُهُ كَائِنًا مَا كَانَ. متفق عليه
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya”. [HR. Bukhari dan Muslim]

وَ اَخْرَجَ الشَّيْخَانِ ، سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَ يُقَاتِلُ رِيَاءً، اَيُّ ذٰلِكَ فِى سَبِيْلِ اللهِ ؟ فَقَالَ ص: مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ اْلعُلْيَا فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ. متفق عليه
Asy-Syaikhooni (Bukhari dan Muslim) meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang orang yang berperang dengan gigih dan penuh keberanian, orang yang berperang dengan semangat yang agak lemah dan orang yang berperang karena riya’ (ingin dippuji orang). Siapa diantara mereka itu yang termasuk dijalan Allah ? Maka Rasulullah SAW menjawab, “Barangsiapa yang berperang agar supaya kalimat Allah itu yang paling tinggi, maka dialah yang berperang dijalan Allah”. [HR. Bukhari dan Muslim]
Dari Ibnu Umar RA ia berkata : “Rasulullah SAW telah bersabda : “Apabila Allah menurunkan adzab kepada sekelompok kaum, maka adzab itu akan menimpa orang-orang yang berada di dalamnya. Kemudian mereka akan dibangkitkan berdasar niat mereka masing-masing” [HR. Bukhari dan Muslim]

عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللهِ اِلاَّ اُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فَمِ امْرَأَتِكَ. البخارى
Dari Sa’ad bin Abi Qaqqash, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sesungguhnya kamu, tidaklah menafkahkan suatu nafkah untuk mencari ridlo Allah dengannya, melainkan kamu diberi pahala atasnya, hingga sesuatu yang kamu berikan pada mulut isterimu”. [HR. Bukhari]
Sumber : www.mta-online.com