Oktober 07, 2010

Museum Nasional Indonesia


Cuma 10menit perjalanan dari kos2an-ku, deket banget? Hehe iyah, tapi ga pernah masuk, ckckck
Sebenarnya sih 2 tahun lalu sempet kesini juga tapi ga masuk, Cuma di halaman depannya aja.
Makanya kunjungan kali ini harus maksimal nih..




Waw..ternyata museum  yang biasanyan orang Jakarta nyebutnya Museum Gajah ini bagus banget lho, Koleksi sejarahnya  lengkap banget , area museumnya luas dan fasilitas yang cukup modern, mulai dari escalator  otomatis sampe dengan liftnya yang nyaman, tata letak tiap ruangan tiap lantainya juga oke, Mantap deh, Cocok banget buat wisata keluarga ataupun bersama teman-teman, sesuailah dengan namanya, Museum nasioanal jadi kelasnya juga nasional. Tapi harga tiketnya sangat terjangkau lho, hanya 5 Ribu rupiah.





Perahu Irian, Konon bisa memuat s/d 30 orang

Patung Adityawarman


Peti Uang di Abad 17 Masehi

Sepeda Orang kaya di jaman Hindia Belanda

Batu Di Abad ke 18 Masehi



Berada di museum ini membuat aku semakin cinta Indonesia , tanah air dengan begitu banyak kekayaan, cerita dan peninggalan sejarah yang belum tentu dimiliki Negara-negara lain.










Sendal ini dipakai anak remaja perempuan yang akan beranjak dewasa

Sendal yang biasa di pakai kaum pria untuk mengambil Wudhu




Museum Sasmitaloka

Museum yang sebenarnya rumah ini adalah saksi bisu dari kejadian pembunuhan jendral A. Yani. Kediaman Pahlawan Revolusi ini sengaja disulap menjadi Museum, untuk mengenang Sejarah dan keasliannya. Rumah Jendral besar ini berlokasi di Jl. Lembang, Menteng Jakarta Pusat. 
Museum yang terlihat asri ini, menyimpan banyak cerita di dalamnya, karena dirumah inilah Jendral A. Yani di tembak mati dan menghembuskan nafas terakhirnya. 
Aku yang baru pertama kali berkunjung kesini, cukup terkesima dengan cerita-cerita dari petugas museum, petugas museum disini sepertinya sangat antusias menceritakan kisah jendral yang akrab disapa pak Yani ini. “Rumah ini termasuk rumah yang paling sederhana jaman dulunya mba, karena untuk tingkat jendral itu biasanya rumahnya ya sudah mewah banget…” begitu kata petuganya ke aku, wah padahal aku pikir rumah ini dulunya pasti mewah banget yah, ternyata masih sederhana untuk rumah seorang jendral saat itu. Bahkan si mas petuganya sempat bilang ke aku kalo dulu gaji pak Yani hanya 123 Ribu, dan Ibu pernah minjem duit untuk membeli beberapa perabotan yang sekarang terpajang rapih di museum ini.
Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis, tapi buat pengunjung yang ingin memberikan uang kepada petugas juga boleh, Karena petugasnya sangat interaktif dalam menjawab semua pertanyaan pengunjung, dan  karena museum ini dahulunya rumah tinggal, masuk kedalamnya juga seperti layaknya orang masuk rumah, yaitu harus melepas sepatu ataupun sandal dan  suasana rumah yang nyaman langsung terasa. 













Harimau asli yang diawetkan



piagam dan ucapan belasungkawa

Bekas 5 peluru saksi bisu penembakan P Yani

Oktober 06, 2010

Allah - Malaikat dan Manusia


Baru denger kajian dari Ustadz Amir Faishol Fath di kantor, bagus banget InsyaAllah bisa buat aku merenung dan berfikir.
Berikut  ilustrasi percakapan yang sengaja aku buat untuk mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita hanya sesaat hidup di dunia dan segala perbuatan baik buruknya siap tidak siap harus di pertanggung jawabkan di hadapanNya.

Allah : Wahai Malaikat,ambil semua data data yang dilakukan oleh manusia ini selama hidupnya.

(Malaikat datang beramai-ramai dengan menggotong buku catatan dosa manusia yang panjangnya sejauh mata memandang )

Manusia : ya Rabb, mungkin malaikat berbohong, tidak mungki n dosa ku sebanyak ini??

Allah : (Memanggil malaikat pencatat dosa), wahai malaikat apakah benar  ini semua catatan dosa – dosanya?

Malaikat : Benar ya Rabb, ini semua adalah catatan dosa-dosanya, tidak ada yang ditambah-tambahkan dan dikurang-kurangkan.
Allah : kamu mau bukti apa lagi?
Manusia : (Masih tak percaya dan masih berupaya membohongi Allah)
Allah : Pada Hari ini akan aku tutup mulut yang suka berbohong.
Manusia : (Kaget karena seketika mulutnya tak bisa lagi bersuara dan setelah itu tangannya membenarkan semua perbuatan dan dosa-dosanya di hadapan Allah )
Manusia : Tanganku, Kenapa kamu menyerang diriku sendiri? Aku kan sudah merawatmu, sudah mengurusmu, sudah mencucimu, lalu kenapa sekarang kamu menyerang aku?
Tak lama setelah itu, seluruh tubuh dan kulitnya secara bergantian bersaksi di hadapan Allah.
Ilustrasi percakapan di atas mengingatkan kita bahwa semua yang kita punya hanyalah semu, dunia ini juga hanya sementara, bahkan harta yang kita miliki dengan usaha dan kerja keras saja, semata-semata karena kemurahan dan pemberian Allah. Tubuh dan semua organ yang menempelpun hanya milik Allah yang dipinjamkan secara gratis kepada kita.

Oktober 05, 2010

Museum Keraton Solo

Bulan lalu pas mudik ke semarang,  mampir sebentar ke solo, Alhamdulillah aku sempet berkunjung ke museum keraton Solo, Harga tiket masuk alias HTMnya 10ribu per orang dan tambah 3.500 untuk izin membawa kamera.1 hal yang aku inget banget dari museum ini adalah tiap benda-benda bersejarahnya selalu dilengkapi dengan sesaji –sesaji dalam gerabah gitu.hmmm mungkin itu salah satu dari tradisi jawa kali yah..

Karena waktunya singkat banget, jadi aku baru sempet foto-foto aja.  langsung liat gallerynya  aja yah…



September 14, 2010

Met LEBARAN yah... :))


Dari Air Kita Belajar Tenang,
Dari Batu Kita Belajar Tegar,
Dari tanah kita Belajar kehidupan,
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri,
Dari padi kita belajar merendah diri,
dan dari Idul Fitri kita belajartentang meminta maaf dan ikhlasnya memaafkan,


Selamat Idul Fitri 1431 Hijriah,
”Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum minal aidin wal faidzin”

Yang artinya,
“Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Dan semoga Ia menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali(dari perjuangan Ramdhan sebagai orang yang menang.”